Selasa, 07 April 2009
PESONA TIGA DARA
PESONA TIGA DARA
Siapa yang tidak kenal dengan Rio Febrian? Bintang kelas di SMP Tunas Bangsa Makassar. Selain jago di lapangan basket dia juga tajir. Ngak salah dong kalau dia bisa aja gonta-ganti gandengan sesuka udelnya dia. Entah karena keturunan atau emang dah jadi sifatnya dia. Sekarang aja sudah ada tiga gadis cantik yang masuk daftar DPO-nya (Daftar Pencarian Ogut).
Ketiga dara yang jadi incaran Rio emang punya ciri khas yang unik. Makanya Rio pun jadi bingung sendiri harus pilih yang mana. Ngak kehitung lagi cara –cara jitu yang Rio lakuin. Mulai yang berbau klinik sampai yang berbau ilmiah. Dari tanah abang sampai tanah angke. Mulai dari cara kocokan ala arisan ibu-ibu sampai berguru di paranormal kondang. Semuanya dah dia lakuin abis-abisan!!!
Rio sangat setuju dengan penjelasan gurunya beberapa hari yang lalu. Kata gurunya orang tuh kudu memilih orang berdasarkan bibit, bobot dan bebetnya. Nah nasehat itulah yang kini dipraktekkan oleh Rio. Karena itu Rio pengen memilih satu diantara tiga dara. Irene Jaisan, Hazizah Kudriah, dan Catrine Nadya.
Menyebut ketiga nama itu pasti kita dah bisa nebak kayak gimana sih cewek itu. Irene Jaisan adalah cewek berdarah Tionghoa yang juga skull di SMP Harapan Bangsa. Sama dengan Rio cuman beda kelas. Orangnya cantik, imut, periang dan yang membuat Rio kesemsem abis adalah lirikan mata sipit Irene yang seksi abiz.
Azizah kudriah adalah cucu dari seorang mantan diplomat negeri arab. Kulitnya eksotik, matanya bulat indah, hidung mancung dan bibirnya merah abiz. Azizah ngak sekolah ditempat Rio. Tapi hampir tiap hari gadis berjilbab itu lewat depan kampus Rio. Yang membuat sifat play boy Rio jadi terusik adalah sikap tenang nan anggun Azizah yang berbalut seragam muslimah. Cantik banget deh.
Catrine Nadya juga gadis balsteran juga. Indo gitu. Dalam tubuh tinggi semampai catrine mengalir darah Italia. Tak salah dong kalau rambutnya pirang alami, hidungnya mancul dengan bola mata kebiruan. Wih, boneka Barbie begitu Rio menyebut gadis yang satu itu. Cara bicaranya yang kecinta lauraan membuat rio klepek-klepek ngak tahan. Rio kenal dengan gadis bule itu di sebuah kompetisi basket. Saat itu Rio sebagai kapten tim basket dari skul SMP Tunas Bangsa. Catrine sendiri adalah tim cher dari tim lawan. Saat itulah terjadi cinlok diantara mereka berdua. Klop deh jadinya.
Sebenarnya dalam kamus Rio bukan cuman ketiga cewek itu. Namanya juga playboy. Tetapi ketiga dara itulah yang menempati rating tertinggi dalam target buruan Rio saat ini.
Jurus pertama yang dilakuin Rio adalah mengirim surat perkenalan ke mereka. Tentu didalamnya udah di sisipin puisi-puisi gombalnya. Pucuk dicinta ulampun tiba. Ternyata pancingan Rio berhasil. Ketiga dara itu memberi signal setuju pada Rio. Tak mau buang-buang kesempatan, Riopun mengajak ketiga dara itu untuk hangout ditempat pavorit mereka nantinya. Aneh bin ajaib. Ketiga dara itu menyanggupi ajakan Rio dengan syarat ketemuan di café Marina. Tepatnya tanggal 14 April nanti. Rio sempat bingung. Kok bisa-bisanya mereka kompak janjian ditempat yang sama? Apa mungkin ketiganya sudah saling kenal? Dan pengen menjebak Rio secara berjamaah? Tapi Rio ngak yakin. Ketiga gadis itu ngak ada bukti akurat kalau sudah pada kenal.
***
Café Marina. Tempat yang ternyata nyaman banget buat hangout bareng teman. Cukup lama Rio mencari tempat itu. Setelah mutar-mutar kota dan bahkan nyasar sampai ke ujung kota barulah tempat itu ketemu. Tepat jam tujuh malam Rio udah nongol depan café.
Rio jadi bingung sendiri. Gimana mencari gadisnya ditengah keramaian seperti itu. Kayak kondangan di kampung. Bising banget. Tiba-tiba ponsel keluaran terbaru milik Rio berbunyi. Rupanya ada tiga sms yang bersamaan masuk.
• Sent: +6285299664969
Message: Rio, aku tunggu dimeja 15.by Irene.
• Sent:+6585299698089
Message: Aku ada di dalam café. Masuk aja. Tungguin aku dipojok yach. Aku ke WC dulu. By Catrine
• Sent:+6281241933662
Message: Aslm. Kalau dah datang tungguin aku di dekat lampu kristal. Bentar lagi aku nyampe. By Azizah. Wasalam
Rio kelimpungan. Ternyata tiga dara itu mau ketemuan pada waktu dan tempat yang sama. Gimana cara ngaturnya biar ngak tabrakan kayak gini? Rio makin pusing mikirnya. Pasrah Rio masuk kedalam café. Mata Rio terus jelalatan mencari meja 15 seperti yang dijanjikan oleh Irene. Benar saja. Dimeja itu Irene dah duduk manis menunggunya.
Lambaian tangan Irene membuat Rio terbuai. Seperti kerbau yang hidungnya dah dicocok Rio terus melangkah ke meja Irene. Rio belum sadar kalau meja 15 tepat berada di pojok café dan di bawah lampu kristal.
“Dah lama Irene?”, sapa Rio gugup. Rupanya orang sekelas Rio masih kenal kata nervous didepan cewek cantik. Maklumlah. Irene adalah sosialita di Skullnya.
“Lumayan sih. Mana bodyguard kamu? kok sendiri aja nih”. Kedipan mata Irene membuat Rio makin kikuk aja.
Dugaan Rio ngak salah. Ternyata ketiga dara itu ternyata dah saling kenal. Tak lama setelah Rio duduk dikursi dekat Irene muncullah Catrine dan Azizah. Sekarang di depan Rio berjejer tiga dara dengan kecantikan masing-masing.
“Rio, kami tak ada niat apa-apa. Kami cuman pengen memberi kamu shock terapy biar sifat playboy kamu itu berkurang dikit”, Azizah si gadis arab menjadi jubir kandidat yang lainnya.
“Jadi……….”, jawab Rio tergagap lagi.
“Yah. Kami bertiga mulai akrab setelah sadar menjadi target gombalan kamu. Akhirnya kami sepakat melakukan ini semua. Kamu harus sadar Rio. Tidak ada perempuan yang mau dikadalin ama buaya darat kayak kamu”. Jawab catrine dan Irene seperti dikomando.
Malam itu, Rio benar-benar mendapat pelajaran baru. Syukur-syukur ketiga cewek itu masih kepengen sahabatan dengan Rio. Duh, emang bisa burung Kasuari, burung Elang, burung Onta dikadalin. Ngak bisa kaleee……..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar