Senin, 30 Maret 2009
PENGAGUM RAHASIA
PENGAGUM RAHASIA
“Kamu cantik deh”
Itu kalimat yang tertulis di selembar kertas yang diselip pada sekuntum Mawar. Bunga cantik itu sengaja diaruh orang didepan pintu kamarku. Entah siapa dipagi buta gini sempet-sempetnya ngirim bunga.
“Mbok Tina, ini kiriman bunga dari siapa sih?”, sekuntum mawar merah itu ditaruh dalam pot mungil kristal. Bunga yang masih mekar mewangi itu sengaja kuperlihatkan kepada pembokatku. Siapa tahu aja orang kepercayaanku itu bisa memberi info orang misterius itu.
“Ngak tahu juga, Non. Dari kemaren ngak ada orang yang nitip bunga ke saya. Siapa tahu mama atau papa non yang bikin kejutan?”
“yah udah kalau gitu. Kirain Mbok tahu. Makasih yach. Mbok bisa lanjutin ngepelnya deh”. Bergegas kulangkahkan kaki jenjangku menuju ruang makan. Sarapan lalu cabut ke Skull. Sejak jadwal masuk sekolah dipercepat aku dan teman-teman yang lain terpaksa berangkat lebih pagi. Repot juga sih. Tapi mau gimana lagi. Ini aturan yang ngak bisa aku bantah seenak udel aku aja.
***
Pengagum rahasia itu tak henti-hentinya bikin kejutan demi kejutan yang sungguh gokil dan ngak ada matinya. Siapa sih dia? Kok aku ngak bisa menebak karakter dan identitas orang itu. Bayangin aja. Kadang orangnya jadi romantis banget. Mirip orang perancis gitu. Tak kalah hebat dengan udah Faisal di senetron Suami-Suami Takut Istri. Sempat aku curiga pada Rioko. Anak baru keturunan Jepan yang menurut fealing aku sedang ada hati pada saya. Tapi ngak mungkin juga dia pelakunya. Dia anaknya ngak romantis. Orangnya kaku dan lebih intelek gitu. Atau mungkin si Topan? Raja puisi yang selalu juara dalam event-event sastra. Tapi ngak mungkin juga si Topan. Saking romantisnya dia maka kesan intelek ngak ada. Padahal belakangan ini aku sering mendapat kiriman sms dari nomor yang aku ngak kenal dengan kata-kata yang berbobot dan rada-rada intelek. Ehemm, jadi bingung juga mikirnya.
“Hoi, melamun aja nih. Nanti kesambet Jin Jomloh loh!”, jentikan jemari Rianty membuatku kagok dan gelagapan.
“Huh, ngagetin orang aja sih kamu. Iya nih. Aku terus kepikiran dengan orang misterius itu. Aneh banget gitu loh”
“Aneh gimana? Seaneh apa sih?!”, bulatan-bulatan Bakso yang ada dibangkuk Mie tak jadi lolos masuk kedalam mulut Rianty. Rupanya cewek cantik yang setia menjadi sahabatku itu penasaran jua dengan pengalaman aneh yang aku alamin.
“Tadi pagi aku dapat kiriman bunga dari seseorang tanpa nama pengirimnya. Kemarin aku dapat kiriman coklat lagi-lagi tanpa nama. Nah sekarang aku di teror dengan sms-sms yang bernada memuja dengan bahasa kelas professor. Dan aku yakin banget kalau pelaku dari semua ini adalah orang yang sama”.
“ Kok kamunya bisa yakin kalau orang yang sama?”
“Gimana ngak yakin. Coba kamu pikir sendiri deh. Setiap orang itu bikin kejutan baru pasti dianya selalu bertanya. Gimana kesan aku dengan ulah sebelumnya. Menurut kamu nih siapa yang patut aku curigai?”. Baru kali ini aku dibuat kelimpungan dengan orang yang tidak aku kenal. Secara nih yee. Diskull aku dikenal sebagai “detektif dadakan”, tak jarang pula aku dijuluki “ elza syarif masa depan” karena kelihaian aku bercuap-cuap dalam mengungkap fakta.
“Kamu ada curiga sama seseorang ngak?”, Tanya Rianty balik.
“Hem, gimana yach. Cuman aku ngak yakin juga sih 1000 %. Bisa aja Rioko, Topan, Jaka, prabu atau yang lainnya. Mereka punya peluang melakukan itu”.
“Iya juga sih. Kalau menyimak ceritamu dari awal tadi memang mereka ngak punya alasan yang kuat. Ngak ada yang bisa romantis sekaligus intelek dan juga alim”
“Atau mungkin……..”
Dentang tanda masuk kelas terdengar berbunyi. Pembicaraanku dengan Rianty terpaksa di pending dulu. Satu yang pasti adalah pelajaran terakhir ini pasti ngak ada yang nyagkut di kepalaku. Pikiranku hanya fokus dengan pengagum rahaia itu. Siapa sih kamu?.....
***
Aneh bin ajaib. Sejak pemuja rahasia itu terus mengirimkan signal-signal cintanya, kehidupanku terasa bergairah. Kadang aku sendiri ngak habis pikir. Kok bisa yach. Ngak pernah aku jatuh cinta pada seorang cowok yang efeknya ruarrr biasa seperti ini. Nafsu makan bertambah Tidur jadi nyenyak, pengen selalu dandan dan bahkan jadi artis dadakan kamar mandi. Dan yang mengagumkan aku makin semangat kesekolah.
Hari minggu, kuhabiskan waktuku bercengkerama dengan bunga-bunga yang tumbuh di halaman rumah. Jujur sih aku jarang bersua dengan tanaman cantik itu. Selama ini hanya Budy, tukang kebun keluargaku yang merawat mereka.
Tapi pagi itu, aku belum juga melihat Budy di taman. Biasanya jam segini cowok hitam manis itu pasti lagi menyiram bunga. Saya dah nyari-nyari keberadaannya. Bahkan seluruh taman yang ngak begitu luas dah aku sisir tapi ngak juga ketemu. Iya sih. Budy orangnya dikit pemalu. Ketemu pandang dengan aku aja pasti tertunduk malu. Seperti putrid maslu gitu. Tapi orangnya asyik diajak ngobrol kok. Dia sopan dan ngak malu-maluin di ajak ketempat arisan. Tiba-tiba aku merasa ada kekuatan magis yang menuntun langkahku menuju pojok taman. Benar saja. Budy ada disana. Dibawah pohon palm Budy sedang jongkok membelakangi saya. Dengan rasa penasaran aku terus perhatikan kelakuan Budy. Sedang apa dia. Rupanya Budy sedang asyik dengan Ponsel ditangannya. Sempat pula aku lihat sekuntum bunga melati disampingnya.
Kring……kring….kring……..
Nada sms yang tiba-tiba bunyi di kantong bajuku membuatku kaget. Dan ternyata suara itu membuat Budy tak kalah kagetnya dengan aku. Untuk menutupi rasa maluku karena ketahuan mengintip kualihkan dengan pura-pura membuka pesan sms
Kamu makin cantik ditengah-tengah lautan bunga………
Aku terpana!
Aku melongo tak percaya!
Pengagum rahasia itu adalah………….Budi!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar